Sedikit pembelajaran untuk memilah packet-marks yang selanjutnya jadi patokan untuk penentuan queue pada MikroTik
Sebaiknya dipahami dulu packet flow pada router terutama prerouting, forward dan postrouting
Contoh pada bagan berikut adalah pemisahan pada mangle versi saya
1. BYPASS
adalah packet dari local subnet (Class A, B dan C) menuju ke local subnet (Class A, B dan C) dan traffic dscp 12 (proxy-hit) dari external proxy ke client
kita bypass karena memang ngga berhubungan dengan traffic dari/ke internet
packet bypass pada umumnya tidak dimasukkan pada queue
2. GAMES (Single line)
adalah packet menuju dst-address-list=Games dengan tcp-port=1024-49151 (Registered Port)
hampir semua games online (non-web-browser games) menggunakan range port tersebut, tidak akan memakai wellknown port (0-1023) atau private/dynamic port (49152-65535)
packet games biasanya diletakkan prio 1 pada queue list
3. GAMES Route to PPPoE2 (Dual line)
jika kita menggunakan dual line PPPoE dan memisahkan games menggunakan line 2, maka digunakan rule ini
sebagai catatan, default route/gateway adalah line 1, semua koneksi/packet yang tidak kita definisikan akan mengarah ke default route PPPoE1, sedangkan games kita definisikan mark-route ke PPPoE2
4. JUMP-TO-PCC-RULE (Dual line, non games)
jika kita hanya membalance antara PPPoE1 dan PPPoE2 tanpa ada pemisahan game, kita gunakan PCC yang saat ini merupakan metode terbaik yang bisa diterapkan.
yang perlu di ingat adalah pemisahan port manakah yang harus menggunakan both-address-and-ports atau both-address saja.
5. DOWNSTREAM
downstream kita ambil koneksi dari in-interface PPPoE nya yang kemudian kita pisah menjadi 2 yaitu out-interface Proxy dan out-interface Local
pemisahan ini untuk mempermudah kita memprioritaskan packet, terutama streaming yang notabene lebih rakus bandwidth
6. HTTP
adalah packet wellknown port atau port yang paling sering digunakan dengan range 1-1023 TCP dan traffic dari proxy ke client
dari packet ini bisa kita pisah pula mana yang kategori browsing ato bukan dengan menggunakan L7 filter
7 NON-HTTP
adalah packet selain yang sudah kita definisikan diatas
8. PPPoE UPSTREAM
merupakan QOS dengan mendefinisikan packet-packet syn-ack, salah satu alasan kita menggunakan pendefinisian ini karena pada jaringan PPPoE ADSL merupakan koneksi asimetris dimana upload dan download berada pada satu pipa
tanpa penggunaan QOS maka upstream tidak akan berjalan maksimal terutama saat bandwidth downstream terpakai semua
Demikian pemisahan packet-marks menurut versi saya, yang selanjutnya bisa kita masukkan ke queue list.
masih jauh dari sempurna karena kekurangpahaman dari saya sendiri, silahkan disempurnakan lagi ![]()
akhir kata…… cendol!



ijin mengkimak dan memahami sesuai keterbatasan otak ane mbah

terima kasih untuk ilmunya mbah..
sayang pertamax udah diambil mbah bubar
nyimak…butuh waktu lama buat mempelajarinya tp tetep on fire
kalau buat orang awam emang harus masih banyak belajar dasarnya dulu
Lagi lagi gagal pertamax

gara” bis maljumjd telat
luar biasa mbah
di print dulu
thx mbah
mancap mbah
celaka mbah.. mangle-nya mbikin ngiler.. ditempat ane cuma nyampai 11 baris, itupun yg 3 didisable.
mantab gan
wew mbah remi gk ada matinya xplor terus
terima kasih mas imer atas petunjuknya ,,, walau lama untuk memahami petunjuk dri mbah ,, akhirnya dapat diaplikasikan and work very well ,,
kang Imer
kang kalo
pas di squid -K reconfigure
ada tulisan
Squid:ERROR could not send signal to process \
itu apa ya